Jejak-jejak Kehidupan

Jejak-jejak Kehidupan

Wisnu Wijayanto  //  Tuhan, untuk apakah kami diciptakan?

Apr 28 / 9:09pm

Starting With The Man in The Mirror

Suatu hari saya mengobrol dengan seorang teman sambil melepas lelah. Seperti halnya tipikal obrolan orang Indonesia lainnya, obrolan kami pun menjurus kepada nasib negara yang carut marut ini. Tentang ketidakteraturan, pengurusan yang kacau, dan puluhan hal lain yang terlalu rumit untuk dikupas. Tak terasa waktu berlalu, hingga sayup-sayup terdengar sebuah lagu lama dari Michael Jackson.. "I'm starting with the man in the mirror
I'm asking him to change his ways
And no message could have been any clearer
If you wanna make the world a better place
Take a look at yourself and then make a change..."

Ya! Bener.. Cukup sudah ngobrolnya.. Mari bikin sesuatu mulai dari hal yang paling dekat dan paling kecil. Wisnu Wijayanto

Apr 5 / 10:44am

High and Dry

 Dan mereka pun datang lagi,

berbondong menuju rumah Mu,

berdiri, menunduk, bersimpuh, menangis tersedu

mereka memujaMu wahai satu-satunya Dia..

Aku pun ingin tapi Kau tak memberiku ingin,

aku berkehendak namun Kau tak ingin aku berkehendak,

mengabdi (a'bud) tanpa bertanya,

mengikuti tanpa prasangka.. Itulah aku..

Dan mereka pun datang kembali,

tanpa sempat melihat tubuhku yang layu,

kering badanku karena merinduMu,

tak usahlah air datang jika Kau tak ingin..

Dan mereka pun pulang berlenggang,

dan aku kian terpanggang,

kering.. Lalu mati.

Begitulah kisah yang dituturkan oleh bunga kering dalam pot di samping mesjid tadi sore, puluhan orang datang silih berganti namun tidak ada yang meluangkan waktu untuk memberinya sedikit air.  Dia mati sebagai sebagai satu dari ribuan contoh yang Allah tebarkan di bumi untuk manusia, yang senantiasa berlomba untuk mengumpulkan pahala di kantongnya, mencari celah kecil untuk melarikan diri dari neraka, dan selalu mencari jalan pintas menuju surga.. Tidak peduli akan sekelilingnya dan lupa untuk berserah diri. 
Mar 30 / 7:28am

Tentang Kita

Apa pendapat anda terhadap seorang anak yang durhaka? Yang nggak mau tau orang tuanya punya kemampuan seperti apa, Pokoknya ngotot minta A dan harus terpenuhi A tanpa peduli apa pun kendala yang harus dihadapi orang tuanya. Ya kurang lebih seperti itu lah sikap kita selalu. Contoh paling dekat adalah demo menentang kenaikan harga bbm yang terjadi bersamaan dengan saat saya mengetik omong kosong ini di halaman belakang rumah sambil sayup-sayup mendengar suara TV yang memberitakan kejadian di Jakarta dan Makassar.
Mungkin sebagian orang sudah mencibir saat membaca omong kosong ini sampai di sini. Silahkan :D
Tapi pernah juga nggak anda ketemu sama orang tua yang dzalim? Yang anaknya perlu ini itu bilang nggak punya duit, sementara orang tua itu masih punya duit untuk beli rokok.. Astaghfirullah. Ada kok.. Saya pernah ketemu. Nah, begitulah kira-kira model pemerintah kita. Jadi klop bener ya? Anak durhaka yang punya orang tua dzalim :D
Lho terus gimana? Ya timbang-timbang sendiri deh.. Kalo kata guru saya dulu anak itu mesti berlaku baik sama orang tua, bahkan untuk menolak pun caranya harus dengan cara yang sebaik-baiknya. Hubungan dengan pemimpin negara? Kata guru saya juga harus manut sama ulil amri..
Kalo yang di bawah kategorinya anak durhaka dan yang di atas orang tua dzalim, siapa yang rusak coba? Kita semua dong ya? Berarti semua harus ngaca dulu. Ada nggak yang harusnya pake pertamax tapi masih pake premium? Emang sih, kayaknya ukuran mampu dan tidak sering jadi grey area karena semua pengen ngirit :p
Ada yang bilang "gua kan punyanya motor doang, jadi kategorinya belum mampu". Lucunya ini orang pake smartphone, punya ipad, dan lain-lain.. Oh, sangat tidak mampu :)) pasti aplikasi di ipadnya juga banyak bajakan dengan alesan nggak mampu beli aplikasi original. Ibarat ada orang punya hajat, catering udah dipesenin untuk maksimal eh tau-taunya yang makan berlipat ganda.. rugi bandaaaar :))
Eh, belum cukup dengan 2 karakter.. Ada lagi kerabat-kerabatnya yang mengambil kesempatan dalam kesempitan, mencari muka di tengah-tengah tangisan anak dan repotnya orang tua.
Ya gitu deh..
Akhirnya lebih baik saya kembali menikmati FCOM, FCTM, dan buku-buku lain yang belum selesai saya baca sambil berdoa mudah-mudahan sang anak nggak nakal lagi dan orang tuanya sadar.

Feb 3 / 10:38pm

Instant Noodle Syndrome

Jawaban-jawaban Tuhan atas doa yang kita panjatkan seringkali muncul secara instantaneously. Cuma yang susah itu adalah memahami jawaban itu secara instan pula. Kerangka berpikir yang sudah terlanjur terbentuk dalam diri kita selalu berusaha mencari proses tercepat dalam mengolah sebuah input data menjadi sebuah informasi yang digunakan dalam mempersepsi setiap kejadian, hasilnya? Hanya makna lapis pertama yang diterima. Hal ini berakibat pada aksi menjauh atau membuat kita bergerak dengan vektor yang berlawanan dengan arah yang "kita harapkan" pada awalnya. Sebagai contoh, misalnya kita adalah orang yang hidup serba kekurangan, kemudian kita berdoa agar diberikan kesejahteraan atau kekayaan, lalu Tuhan membuat kita berjumpa dengan pengemis, orang miskin, orang yang lebih susah dari kita atau kerabat yang membutuhkan bantuan kita. Dengan kerangka berpikir yang ada dengan cepat kebanyakan manusia akan berpikir bahwa "hmm, gua aja lagi susah gini.. Gimana mau bantu orang lain?". Kita tanpa sengaja telah memberikan label "miskin" atau tidak mampu tadi kepada diri kita sendiri. Bahkan mungkin lebih rendah dari kondisi kita sebenarnya. Padahal jika diproses dengan kerangka berpikir berbeda, Tuhan baru saja memberikan rasa sejahtera pada kita. Bahwa masih ada orang yang lebih susah, bahkan kita yang katanya susah pun masih bisa membantu orang yang datang itu sesuai dengan kemampuan kita. Tuhan baru saja mengabulkan doa kita!
Nov 11 / 4:23am

shattered

Glass
shattered..

one mistake and it's shattered..

how could I?

 

Nov 3 / 6:16pm

I want to break free

Kerangkeng sudah hancur berantakan.. tercerai..

Kalaupun kerangkeng itu dulu rumah, tak mungkin lagi aku kembali padanya.. karena lebur sudah beradu api pembebasan..

Hanya tersisa rantai di tangan yang kupukul berulang, 

Sebentar lagi putus.. sebentar lagi bebas..

Sep 29 / 6:47pm

Dance With The Devil

Hari itu iblis bertanya :

"Maukah kau menari denganku? Mengelilingi api yang membakar gairah?"

Setelah diam sejenak iblis kembali berkata :

"Tidakkah engkau resah kawan? Tidakkah engkau merasa seluruh nafsu yang terkungkung meronta di dalam dadamu? Tidakkah kau rasakan angkara yang merambat dari dada ke pundak lalu ke tengkuk kemudian leher lalu menegangkan urat pelipis di samping kepalamu? Tidak kah kau merasakan sakitnya bahumu menahan gejolaknya? Nafsumu adalah pemenuh kebutuhanmu. Hanya dengan mengikutinya engkau akan bisa bernafas lega. Bagaimana bisa engkau menjadi orang baik yang sepenuh hati beribadah jika segalanya memberontak?"

Iblis terdiam lagi, kali ini matanya yang kemerah-merahan menyapu seluruh tubuhku. Setiap jengkal pandangannya bergeser ada rasa merinding yang kurasakan. Lalu ia kembali berucap :

"Apa yang engkau tunggu wahai anak manusia? Masih engkau percaya bualan orang-orang itu tentang kebaikan? Apakah engkau tidak pernah menyadari bahwa kehadiranku bukan untuk menipu? Aku adalah pengacaramu; yang akan membenarkan setiap doronganmu. Akulah penjaja pembenaran di kala engkau kehabisan alasan".

to be continued....

Aug 3 / 7:55am

Menjaga Percikan di Ramadhan

Di bulan yang lalu, meletupnya api adalah kegagalan diri..

Di bulan ini, percikan sudah menjadi kegagalan..

 

Pernah marah?

Pernah mau marah?

Pernah akan mau marah?

 

Ketika puasamu dan jiwamu didudukkan oleh-Nya berdua, mengertikah bahwa percikan kecil pun artinya gagal?

Sungguh aku selalu merindukan bulan ini,

Bulan yang membelenggu dunia,

Bulan yang menghadirkan jati diri manusia sejati.

 

Ya.. Saat percikan itu engkau kendalikan.. maka engkau manusia.

Jul 13 / 10:31pm

Selokan Pun Menjadi Guru

Images

Di dekat rumah saya yang lama, ada sebuah got besar atau sungai kecil atau entahlah. Yang jelas baunya itu sungguh luar biasa.  Sepertinya produksi amonia mandiri maupun sumbangan sukarela dari warga dan hewan sekitar telah sukses membuat setiap orang yang lewat untuk pertama kalinya bertransformasi.  Cuping hidung mengembang, mata membelalak, degup jantung bertambah, tangan bergerak menutup hidung, tekanan darah meningkat, warna kulit memucat, dan keseimbangan tubuh mengalami penurunan yang drastis.  

 

Mungkin pengalaman setiap orang bisa berbeda, tapi itulah yang pertama kalinya saya rasakan. Pertama kali.. hanya pertama kali.  Pengalaman kedua, ketiga, dan selanjutnya tidak sedahsyat pengalaman pertama.  Bahkan setelah lewat yang kelima kalinya secara ajaib bau itu lenyap, rasanya biasa saja.  Saya malahan berpikir, jangan-jangan memang sudah tidak bau lagi.  Hingga tiba suatu saat saya harus pindah rumah ke tempat yang menurut saya lebih baik, saya tidak pernah lewat di daerah yang berbau tadi.  Namun kemarin saya ada urusan yang harus diselesaikan di dekat rumah lama saya, dan ternyataaaaaa… saya harus mengulang seluruh pengalaman pertama saya.

 

Tiba-tiba saya seakan dibisiki ...

Beginilah hidup sesungguhnya.  Kebaikan dan keburukan begitu terserabutnya di alam ini.   Tidak seperti papan catur yang jelas mana hitam dan putih, dunia ini kadang-kadang memaksa kita untuk menerima warna abu-abu.  Jika kita terpaksanya harus mengenal dan melakukan sesuatu yang buruk, maka efeknya akan seperti pertama kali saya melewati got yang baunya busuk tadi.  Namun jika perbuatan itu kita ulang dan ulang secara terus menerus, maka intensitasnya akan semakin berkurang dan berkurang hingga akhirnya hilang.   Kita pun lupa bahwa yang kita lakukan itu buruk.

 

Jun 6 / 5:43pm

Anak, BNIB, Garansi Seumur Hidup.

<!-- @page { margin: 0.79in } P { margin-bottom: 0.08in } -->

Anak-anak datang dengan full-warranty dari Tuhan. Dia menjamin bahwa anak itu akan sayang kepada orang tuanya, memelihara mereka di usia senja, menjadi anak yang berbakti, dan seterusnya.

Lalu kenapa banyak yang nggak gitu ya? Sederhana saja, warranty comes with terms and conditions. Jika salah satu tidak terpenuhi, jangan coba-coba klaim karena statusnya sudah void alias tidak berlaku lagi.

Apakah syarat dan ketentuannya itu? Sederhana juga, jadilah orang tua.

Orang tua bukan sekedar pemberi makan yang harus sibuk mencari sesuap nasi untuk anak.

Orang tua bukan sekedar pemberi uang yang harus selalu sibuk mencari uang.

Orang tua bukan sekedar perawat anak yang memenuhi kebutuhan anak untuk ganti pakaian, mandi, tidur, dan lain-lain.

Jangan sampai anak mendapatkan semuanya kecuali orang tua mereka.

Seperti dalam rahim ibunya, mereka butuh ikatan emosional, komunikasi yang baik, kasih sayang, dan pengasuhan dari orang tuanya.

Jadi jangan selalu mengeluh jika anak tidak seperti yang diharapkan, jangan-jangan kita sebagai orang tua pun tidak seperti yang mereka harapkan.

Tentunya anak juga memiliki kewajiban yang harus dipenuhi kepada kedua orang tuanya, dan jika mampu wajib untuk memenuhinya.